P3M Poltekpar

Tim PKM Politeknik Pariwisata Makassar Berdayakan 25 Ibu Rumah Tangga di Luwu melalui Pelatihan Merajut Berbasis Ekonomi Kreatif

Bagikan

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT | POLTEKPAR MAKASSAR

TIM PKM Politeknik Pariwisata Makassar Berdayakan 25 Ibu Rumah Tangga di Luwu melalui Pelatihan Merajut Berbasis Ekonomi Kreatif

Pelatihan kerajinan rajutan berbahan milk cotton diarahkan untuk membuka peluang usaha rumah tangga sekaligus mengembangkan produk kreatif pendukung pariwisata daerah.

LUWU, SULAWESI SELATAN – Politeknik Pariwisata Makassar mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengembangan keterampilan dan inovasi produk ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Peran Ibu Rumah Tangga di Kabupaten Luwu sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Inovasi dan Produksi Produk Pariwisata Berbasis Potensi Lokal” yang dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini melibatkan 25 ibu rumah tangga sebagai peserta.

Pemberdayaan Perempuan melalui Keterampilan Produktif

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ekonomi kreatif, khususnya melalui pemanfaatan keterampilan produktif di lingkungan rumah tangga. Ibu rumah tangga memiliki potensi untuk berkontribusi dalam aktivitas ekonomi keluarga apabila memperoleh akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan peluang pengembangan usaha yang sesuai dengan kapasitas serta lingkungan sosialnya.

Melalui program ini, tim pengabdian memperkenalkan keterampilan merajut menggunakan bahan milk cotton sebagai salah satu alternatif pengembangan produk kerajinan kreatif. Pemilihan keterampilan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari teknik dasar produksi sekaligus mengeksplorasi kreativitas dalam menghasilkan berbagai bentuk produk kerajinan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung. Pendekatan partisipatif diterapkan agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga dapat mengikuti proses pembuatan produk secara langsung.

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Makassar yang terdiri atas Daniel Adolf Ohyver, Atriana Djabbar, Mukarramah Machmud, dan Rani Dian Aryani Rasjid.

Daniel Adolf Ohyver menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif di tingkat masyarakat membutuhkan upaya peningkatan kapasitas yang berorientasi pada potensi dan kebutuhan lokal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu melihat keterampilan yang dimiliki sebagai peluang ekonomi. Kami berharap ibu rumah tangga tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki motivasi untuk mengembangkan produk kreatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.”

— Daniel Adolf Ohyver

Sejalan dengan hal tersebut, Atriana Djabbar menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan produk yang memiliki daya tarik pasar.

“Keterampilan merajut memberikan ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi berbagai desain, warna, dan bentuk produk. Kami berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki nilai fungsional, tetapi juga karakteristik dan daya tarik tersendiri.”

— Atriana Djabbar

Dari perspektif pemberdayaan perempuan, Mukarramah Machmud menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan harus mampu memberikan manfaat praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Pemberdayaan ibu rumah tangga perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan keterampilan aplikatif dan peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas menjadi kegiatan produktif, baik secara individu maupun berkelompok.”

— Mukarramah Machmud

Sementara itu, Rani Dian Aryani Rasjid menyoroti pentingnya keberlanjutan program setelah kegiatan pelatihan selesai dilaksanakan.

“Keberhasilan kegiatan pengabdian tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan peserta untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan yang diperoleh. Pendampingan, peningkatan kualitas produk, inovasi desain, dan penguatan pemasaran menjadi aspek penting agar keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.”

— Rani Dian Aryani Rasjid

Kegiatan ini juga melibatkan unsur pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu. Endang Widuri, S.E., selaku Kepala Bidang Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, hadir sebagai perwakilan mitra dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi pengembangan potensi lokal. Perguruan tinggi berperan dalam transfer pengetahuan dan keterampilan, sedangkan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di wilayahnya.

Pelatihan Merajut sebagai Alternatif Pengembangan Produk Pariwisata

Pengembangan keterampilan merajut tidak hanya diarahkan pada penguasaan teknik produksi, tetapi juga pada peluang diversifikasi produk yang memiliki nilai ekonomi. Kerajinan rajutan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk, seperti tas, aksesori, cenderamata, produk fesyen, dan barang fungsional lainnya.

Dalam konteks kepariwisataan, produk kerajinan lokal memiliki posisi strategis sebagai bagian dari rantai nilai industri pariwisata. Produk tersebut dapat menjadi alternatif cenderamata bagi wisatawan sekaligus sarana memperkenalkan kreativitas dan karakteristik masyarakat setempat.

Pengembangan produk berbasis potensi lokal juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat lebih aktif dalam kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata. Dengan demikian, manfaat pembangunan pariwisata tidak hanya terkonsentrasi pada penyedia jasa wisata, tetapi juga dapat menjangkau pelaku usaha kreatif dan kelompok masyarakat di tingkat lokal.

Antusiasme Peserta dan Harapan Pengembangan Usaha

Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan kegiatan, khususnya pada sesi demonstrasi dan praktik merajut. Keterlibatan peserta dalam proses pembelajaran menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menghasilkan produk kerajinan. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mempelajari keterampilan merajut.

“Pelatihan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi kami. Kami dapat belajar langsung mengenai cara merajut dan mencoba membuat produk sendiri. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang sebelumnya belum tentu kami miliki.”

— Peserta Pelatihan

Peserta lainnya menyampaikan bahwa keterampilan yang diperoleh memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai aktivitas produktif di lingkungan rumah tangga.

“Menurut saya, keterampilan merajut ini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha kecil. Kami dapat membuat berbagai produk sesuai kreativitas. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat membantu menambah penghasilan keluarga.”

— Peserta Pelatihan

Sementara itu, peserta lainnya berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan melalui pendampingan yang lebih intensif.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali agar keterampilan kami semakin berkembang. Selain belajar membuat produk, kami juga ingin mengetahui bagaimana meningkatkan kualitas hasil rajutan dan memasarkannya agar dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.”

— Peserta Pelatihan

Mendorong Keberlanjutan Ekonomi Kreatif Berbasis Lokal

Meskipun memberikan pengalaman pembelajaran praktis, pengembangan keterampilan merajut menjadi kegiatan usaha membutuhkan proses lanjutan. Konsistensi kualitas produksi, diversifikasi desain, penentuan harga, pengemasan, penguatan identitas merek, dan pemasaran merupakan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.

Oleh karena itu, keberlanjutan program perlu didukung melalui pendampingan dan penguatan kapasitas kewirausahaan. Pengembangan kelompok usaha serta perluasan jejaring pemasaran dengan pelaku industri pariwisata juga berpotensi memperkuat akses pasar bagi produk yang dihasilkan masyarakat.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Politeknik Pariwisata Makassar menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pengembangan kapasitas masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, dan penerapan ilmu pengetahuan di bidang kepariwisataan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi perempuan sekaligus mendorong tumbuhnya produk ekonomi kreatif yang berakar pada potensi lokal. Dengan dukungan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, pengembangan produk kreatif berbasis rumah tangga di Kabupaten Luwu diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal dan pembangunan pariwisata yang inklusif serta berkelanjutan.


Bagikan
Scroll to Top