Makassar (24/11/2025). Dalam upaya memperkuat tata kelola pada sektor pariwisata daerah, Tim Dosen Politeknik Pariwisata Makassar telah sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)
bertema “Pembinaan UMKM Usaha Pariwisata” di Kabupaten Bulukumba pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Kantor Desa Tamatto dan Kantor Desa Darubiah, Sulawesi Selatan.
Program ini merupakan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek Pengabdian kepada Masyarakat,
yang menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pembangunan sektor strategis berbasis potensi lokal.
Penguatan UMKM Pariwisata Desa
Program PKM di Desa Darubiah dan Desa Tamatto fokus pada pengembangan UMKM pariwisata, khususnya bidang akomodasi dan kuliner lokal.
Salah satu kegiatan inti adalah pelatihan pengelolaan homestay berbasis masyarakat, yang mencakup pemahaman mengenai:
- Manajemen usaha homestay
- Standar kebersihan (hygiene dan sanitasi)
- Pelayanan berbasis kearifan lokal (local wisdom)
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menghadirkan pengalaman menginap yang nyaman, autentik, dan kompetitif,
baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
Inovasi Kuliner Lokal: Banana Bread & Egg Dishes
Selain pelatihan homestay, masyarakat juga dibekali kemampuan mengolah produk pangan lokal sebagai bentuk inovasi kuliner desa wisata.
Salah satu inovasi unggulan adalah pembuatan Banana Bread berbahan pisang lokal,
yang kini menjadi ikon kuliner khas desa dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Di Desa Tamatto, masyarakat mendapat pelatihan pengolahan berbagai Egg Dishes seperti:
- Omelette
- Sunny Side Up
- Scrambled Egg
Pelatihan ini sangat relevan karena telur merupakan bahan pangan bergizi tinggi, mudah diolah, dan merupakan menu sarapan populer di kalangan wisatawan mancanegara,
yang banyak berkunjung ke Bulukumba.
Penerapan Community-Based Tourism
Pengembangan Desa Darubiah dan Desa Tamatto mencerminkan praktik nyata pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat (Community-Based Tourism).
Masyarakat ditempatkan bukan hanya sebagai objek, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam pengelolaan sumber daya alam dan budaya desa.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas lokal menjadi kunci dalam membangun desa wisata yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.
Dengan kekayaan alam dan semangat kebersamaan, kedua desa ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi pariwisata yang inklusif dan ramah lingkungan.
Sumber Berita: Laporan PKM – Nurjannah, MM.Par
Editor: Masri Ridwan
Publikasi: Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Makassar
Email: [email protected]
