Pangkep, 4 Mei 2025 — Menjelang pelaksanaan program pengabdian masyarakat tahun 2025, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Makassar telah memulai kegiatan survei awal di gugusan pulau Spermonde, sebagai bagian dari tahapan analisis kebutuhan dan pemetaan potensi lokal.
Survei ini dilakukan di beberapa pulau yang menjadi target program, yakni Pulau Sabutung dan Pulau Saugi, yang termasuk dalam wilayah Geopark Maros Pangkep, kawasan strategis nasional yang diakui UNESCO. Dalam pelaksanaan survei, tim P3M berkoordinasi langsung dengan tokoh masyarakat Pulau Sabutung, serta disambut oleh Kepala Dusun di Pulau Saugi.
Kegiatan ini difokuskan untuk menghimpun data perempuan yang berada di bawah garis ekonomi rata-rata, namun memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pelaku wirausaha pariwisata. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan verifikasi langsung dengan masyarakat setempat.
“Kami ingin memastikan program pemberdayaan yang akan dilaksanakan benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan, dan disesuaikan dengan potensi serta kondisi mereka. Karena itu, data yang kami kumpulkan di lapangan menjadi dasar penting untuk merancang kegiatan yang tepat sasaran,” jelas Prof. Ilham Junaid, ketua tim survei.
Turut mendampingi Prof. Ilham dalam kegiatan ini adalah Staff P3M, Dr. Muh Yahya, Masri Ridwan, M.Pd, serta Muh Rusdin, M.Si, peneliti kawasan kepulauan Spermonde. Mereka tidak hanya mengidentifikasi kebutuhan pelatihan , tetapi juga mengamati kekuatan budaya lokal, seperti Pangan Lokal, Budidaya Ikan, tradisi Pa’rappo, situs sejarah Islam, serta ekosistem bahari yang menjadi kekayaan unik wilayah ini.
Pulau-pulau di kawasan Spermonde, seperti Sabutung, Sapuli, dan Saugi, menjadi bagian penting dari Maros Pangkep UNESCO Global Geopark yang mencakup 5.058 km² wilayah darat dan laut, serta lebih dari 50 situs geologi, biologi, dan budaya. Potensi ini membuka peluang besar untuk pariwisata berbasis komunitas yang inklusif, terutama bagi kelompok perempuan yang selama ini belum tersentuh secara optimal.
Puncak kegiatan pengabdian akan dilaksanakan pada 10 Mei 2025, bertempat di Aula Kecamatan, Desa Mattiro Kanja, Pulau Sabutung, dan akan dihadiri langsung oleh Direktur Politeknik Pariwisata Makassar. Kegiatan ini akan menjadi momentum untuk menyampaikan hasil survei awal sekaligus mengawali rangkaian program pemberdayaan perempuan di wilayah kepulauan.
Melalui pendekatan berbasis data dan kolaborasi dengan masyarakat lokal, Poltekpar Makassar berkomitmen mendukung transformasi sosial dan ekonomi di kawasan pesisir, dengan pariwisata sebagai penggerak utama dan perempuan sebagai aktor perubahan, sekaligus menguatkan peran Politeknik Pariwisata Makassar (Poltekpar Makassar) yang fokus utama menjadi pusat keunggulan (Centre of Excellence) dalam bidang pariwisata bahari.
