P3M Poltekpar

Kick Off Program PKM 2025, Poltekpar Makassar Hadirkan Inovasi di 48 Desa Wisata Wamenpar Ni Luh Enik: “Kegiatan Ini Strategis, Mendorong Pemberdayaan dan Akses Inovasi”

Bagikan

Pantai Biru, Makassar – 15 Mei 2025
Politeknik Pariwisata Makassar (Poltekpar Makassar) secara resmi meluncurkan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2025 melalui kegiatan Kick Off yang digelar di Pantai Biru, Makassar. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Festival Permainan Tradisional Makassar, sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang terintegrasi dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas.

Program PKM ini akan menjangkau 48 desa wisata di kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, dengan fokus pada penerapan inovasi kepariwisataan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, yang dalam sambutannya

Gambar 1. Pengguntingan pita dalam rangka Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di lingkungan Politeknik Pariwisata Makassar, Wamen didampingi Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Ibu Ir. Martini Mohamad Paham, Direktur Poltekpar Makaassar, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Pokdarwis Pantai Biru

menyampaikan apresiasi atas inisiatif strategis Poltekpar Makassar.

 

“Kami mengapresiasi Poltekpar Makassar. Kegiatan ini sangat strategis karena dapat mendorong pemberdayaan masyarakat, memberikan pendampingan, serta membuka akses terhadap ilmu dan inovasi,” ujar Wamenpar Ni Luh Enik.

Simbolisasi pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita, dilanjutkan peninjauan area Festival Permainan Tradisional, yang menyuguhkan beragam permainan rakyat khas Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya revitalisasi budaya dalam ekosistem pariwisata lokal.

Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, MM.Par., CHE., menegaskan bahwa PKM merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. “Tahun lalu kami melakukan pemetaan kebutuhan dan identifikasi gap di masyarakat. Tahun ini kami fokus pada penerapan produk inovatif seperti buku panduan, teknologi tepat guna, dan solusi kreatif lainnya yang aplikatif di lapangan,” jelasnya.

Pada pelaksanaan PKM perdana ini, 25 dosen Poltekpar Makassar memberikan pelatihan langsung kepada 30 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Pantai Biru. Materi yang disampaikan menyesuaikan kompetensi dosen dan kebutuhan lokal, mulai dari pengelolaan destinasi pantai, promosi digital, hingga layanan pariwisata berbasis budaya. Kegiatan ini berla

Gambar 2. Peserta PKM bersama Dosen Pendamping

ngsung dalam dua sesi: pagi (10.00–12.00 WITA) dan siang (13.30–15.30 WITA).

 

Poltekpar Makassar melalui PKM 2025 meneguhkan peran strategisnya sebagai institusi vokasi pariwisata yang tak hanya menghasilkan lulusan profesional, tetapi juga berkontribusi langsung dalam penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.

Turut hadir mendukung acara ini, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Muhammad Arafah, Plh. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan, Bapak Andi Zulkarnaen, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Bapak Muhammad Roem beserta jajaran kepala bidang.

Seluruh rangkaian kegiatan ditangani secara profesional oleh mahasiswa Poltekpar Makassar, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, hingga pelaksanaan teknis di lapangan. Mahasiswa terlibat sebagai MC,

Gambar 3. Para Peserta bermain tarik tambang dihandel oleh Mahasiswa Poltekpar Makassar

pemandu doa, dokumentator, tim logistik, dan panitia operasional lainnya, menjadikan kegiatan ini sebagai sarana nyata pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).  Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari strategi pembelajaran aplikatif yang diterapkan kampus, sekaligus menunjukkan kesiapan mereka dalam mengelola event profesional dan program pengabdian masyarakat secara langsung.

 

Gambar 4. Lomba Lari Karung, dihandel oleh Mahasiswa Poltekpar Makassar

Bagikan
Scroll to Top