P3M Poltekpar

Poltekpar Makassar Diseminasi Kajian Dampak Penurunan Okupansi Hotel dan Gelar Praktisi Talk

Bagikan

Makassar, 21 Mei 2025
Politeknik Pariwisata Makassar (Poltekpar Makassar) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Kajian Dampak Penurunan Okupansi Hotel yang dirangkaikan dengan Praktisi Talk, pada Rabu, 21 Mei 2025, bertempat di Co-Working Space Rektorat Lantai 1, Poltekpar Makassar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tugas yang diamanahkan oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, melalui Surat Keputusan Nomor SK/19/KS.01/D.1/2025, tentang pembentukan Tim Penyusun Kajian Dampak Penurunan Okupansi Hotel. Kajian ini bertujuan untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi industri perhotelan akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, melemahnya daya beli masyarakat, serta perubahan perilaku wisatawan yang kini lebih mengutamakan pengalaman (experience-based tourism).

Gambar 1. Tim Penyusun Kajian menyampaikan hasil temuan sementara, Dr. Windra Aini, MM (Ketua)

Sebanyak 30 praktisi perhotelan dari berbagai hotel di Kota Makassar hadir sebagai peserta, di bawah koordinasi DPD PHRI Sulawesi Selatan, berdasarkan surat resmi B/SD/291/UM.00.01/PTP.3/2025. Kehadiran para peserta difasilitasi oleh Nasrullah Karim, perwakilan DPD PHRI Sulsel.

Hotel-hotel yang mengirimkan perwakilannya antara lain:

  • Aston Hotel Makassar

  • Almadera Hotel Makassar

  • KHAS Makassar Hotel

  • Aerotel Smile Makassar

  • Gammara Hotel Makassar

  • CLARO Hotel Makassar

  • Mercure Makassar Nexa Pettarani

  • Serta sejumlah hotel lainnya yang aktif di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi para praktisi perhotelan. Beliau menekankan pentingnya kontribusi pelaku industri dalam menyampaikan kondisi eksisting di hotel masing-masing, yang sangat berharga untuk melengkapi hasil kajian akademik.

“Masukan langsung dari para praktisi hotel sangat penting agar hasil kajian ini tidak hanya bersifat teoritis, tapi juga aplikatif dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ungkap Direktur.

Adapun Tim Penyusun Kajian terdiri dari akademisi dan peneliti Poltekpar Makassar, yaitu:

  • Dr. Windra Aini, MM (Ketua)

  • Masri Ridwan, M.Pd

  • Rani Dian Aryani Rasyid, MM

  • Prof. Ilham Junaid, Ph.D

  • Dr. Herry Rachmat Widjaja

Tim telah melaksanakan kegiatan survei dan wawancara di empat daerah, yakni Makassar, Maros, Bulukumba, dan Bantaeng, serta menyebarkan kuesioner daring di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Temuan awal yang disampaikan dalam forum ini merupakan bagian dari upaya menjaring masukan dari para pelaku industri sebelum penyusunan rekomendasi kebijakan.

Gambar 2. Foto Bersama Peserta Diseminasi dan Praktisi Talk

Setelah kegiatan ini, tim akan melanjutkan koordinasi dengan Tim Penyusun Kajian di tingkat nasional, di bawah Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf RI, sebagai bagian dari penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data untuk mendukung pemulihan okupansi hotel secara berkelanjutan.

Kegiatan Diseminasi dan Praktisi Talk ini menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dan praktisi dalam menghadirkan solusi yang relevan, kontekstual, dan aplikatif bagi pengembangan sektor pariwisata nasional.


Kontak Media:
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M)
Politeknik Pariwisata Makassar
Email: [email protected]


Bagikan
Scroll to Top