Makassar, 10 September 2025, Pariwisata Makassar (Poltekpar Makassar) menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Pelaku Usaha Pariwisata Berbasis Minuman dan Barista yang bertempat di Villa Edelweiss, Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 6 September 2025 ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menjadi salah satu tridarma perguruan tinggi vokasi. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis dan kewirausahaan para pelaku usaha lokal dalam sektor minuman, khususnya yang berbasis potensi daerah.
Sinergi Institusi dan Daerah: Penandatanganan PKS dan Pembukaan Resmi
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Poltekpar Makassar dan Pemerintah Kabupaten Mamasa. Penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembangunan kepariwisataan berbasis potensi lokal, utamanya melalui peningkatan kapasitas SDM.
Sambutan mewakili Direktur Poltekpar Makassar disampaikan oleh Dr. Syahrial, selaku Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, yang menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari kontribusi institusi pendidikan vokasi terhadap masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa pengembangan SDM di sektor pariwisata harus sejalan dengan tren industri yang semakin kompetitif dan berbasis inovasi.


Laporan kegiatan disampaikan oleh Prof. Ilham Junaid, selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), yang menjelaskan bahwa Kabupaten Mamasa memiliki potensi unggulan di bidang pertanian dan perkebunan, khususnya dalam hal buah-buahan segar dan kopi. Oleh karena itu, kegiatan ini berfokus pada transformasi bahan lokal menjadi produk pariwisata yang bernilai ekonomi tinggi.
Materi Pelatihan yang Aplikatif dan Berbasis Industri
Pelatihan dilaksanakan dalam beberapa sesi yang disampaikan oleh narasumber profesional, yakni:
-
Rahmat, S.Sos. (Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa), dengan materi Potensi Produk Wisata Mamasa yang membahas integrasi antara potensi alam, budaya, dan komoditas lokal dengan industri pariwisata.
-
Abdi, A.Md., S.Sos., MM (Dosen Tata Hidang Poltekpar Makassar), dengan materi Meracik Minuman, memberikan pelatihan teknis dalam pembuatan minuman berbasis buah-buahan dan bahan lokal lainnya, serta aspek estetika penyajian.
-
Muh Arif, S.ST.Par., M.Pd. (Dosen Tata Hidang Poltekpar Makassar), dengan materi Barista, yang membahas teknik penyajian kopi secara profesional serta pemanfaatan alat barista modern.
Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga melaksanakan praktik langsung dengan bimbingan narasumber dan mahasiswa Poltekpar Makassar. Dalam sesi ini, peserta berhasil menciptakan produk inovatif seperti:
-
Jus Jambu Gunung Mambulilling
-
Mocktail Joss Polaris Egg
-
Jus Edelweiss
-
Minuman kopi berbasis Kopi Robusta Mamasa, yang telah mendapatkan cupping score tinggi dan dikategorikan sebagai Specialty Coffee.
Semua bahan yang digunakan berasal dari hasil pertanian lokal, yang menegaskan pendekatan berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.
Kunjungan Lapangan dan Penutupan
Sebagai bagian dari pendekatan berbasis praktik, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke unit usaha minuman lokal di Mamasa. Kegiatan ini bertujuan agar peserta dapat melakukan observasi langsung, membandingkan teori dengan praktik, serta menjalin jejaring dan kolaborasi antar pelaku usaha.
Acara ditutup secara resmi oleh panitia penyelenggara dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan mitra kegiatan. Dalam penutupannya, panitia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan awal dari proses pendampingan berkelanjutan melalui kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Penutup
Kegiatan pendampingan ini menunjukkan bahwa sinergi antara institusi pendidikan vokasi dan pemerintah daerah dapat mendorong transformasi ekonomi lokal melalui inovasi produk berbasis potensi alam. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan peningkatan daya saing pelaku usaha lokal dalam industri pariwisata yang terus berkembang.
Link Dokumentasi Kegiatan
