P3M Poltekpar

Politeknik Pariwisata Makassar Perkuat Marine Tourism di Kawasan Tanjung Bunga

Bagikan

 

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) P3M

Tanjung Bunga, Kota Makassar | Kamis, 29 Januari 2026

Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pariwisata Makassar
melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pendampingan pengelolaan
daya tarik wisata bahari berbasis Center of Excellence di kawasan Pantai Biru dan sekitarnya,
Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Kegiatan ini merupakan implementasi Center of Excellence Politeknik Pariwisata Makassar
di bidang marine tourism yang diterjemahkan melalui pendampingan terstruktur
kepada komunitas masyarakat pesisir sebagai pengelola kawasan wisata pantai.

Pendampingan melibatkan tiga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yaitu Pokdarwis Pantai Biru,
Pokdarwis Angin Mammiri, dan Pokdarwis Layar Biru, dengan total 50 orang peserta dari unsur
masyarakat setempat. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Politeknik Pariwisata Makassar
menugaskan 70 dosen sesuai dengan bidang kepakaran masing-masing.

Fokus Pendampingan:

  • Literasi lingkungan pesisir berbasis aksi kolektif
  • Pemberdayaan ekonomi kreatif pesisir
  • Penguatan UMKM pantai melalui digital marketing
  • Edukasi pariwisata berkelanjutan
  • Wisata edukasi pesisir berbasis komunitas
  • Kesehatan lingkungan dan keamanan pantai

Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, M.M.Par.,
menegaskan bahwa kegiatan PKM ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,
khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat
pesisir di sekitar kawasan kampus.

Ketua Pokdarwis Pantai Biru, Irwan, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Politeknik Pariwisata
Makassar dalam mendampingi masyarakat di kawasan Tanjung Bunga. Pendampingan dinilai aplikatif
karena menghubungkan konsep akademik dengan praktik lapangan secara langsung.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan pendekatan outdoor learning yang menjadikan
lingkungan pantai sebagai ruang belajar. Meski dilaksanakan dalam kondisi hujan disertai
angin barat dan desiran ombak, situasi tersebut justru memperkuat pesan pentingnya adaptasi,
kepedulian lingkungan, dan pengelolaan wisata bahari yang berkelanjutan.

📎 Lampiran

Dokumentasi kegiatan dan nota dinas dapat diunduh melalui tautan berikut:


⬇️ Download Dokumentasi & Nota Dinas

 


Bagikan
Scroll to Top