P3M Poltekpar

Jelang Pengabdian kepada Masyarakat 2026: Poltekpar Makassar Perkuat Kesiapan Dosen melalui COCOS dan Workshop PKM, Libatkan Dispar se-Sulsel

Bagikan

Pengabdian kepada Masyarakat 2026

Politeknik Pariwisata Makassar Perkuat Kesiapan Dosen melalui COCOS dan Workshop PKM

Makassar, 30 Januari 2026

Politeknik Pariwisata Makassar melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) menyelenggarakan Community Coaching for Sustainability (COCOS) dan Workshop Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang melibatkan perwakilan Dinas Pariwisata kabupaten/kota dan provinsi se-Sulawesi Selatan, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WITA hingga selesai di Meeting Room Lantai 2 Hotel D’Anjong, Politeknik Pariwisata Makassar ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat kolaborasi, serta menggali kebutuhan nyata daerah sebagai dasar pelaksanaan PKM dosen Politeknik Pariwisata Makassar tahun 2026.

COCOS dan Workshop PKM dirancang sebagai upaya sistematis untuk membekali dosen agar mampu merancang dan melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat yang relevan, kontekstual, dan berdampak langsung, sejalan dengan tantangan pengembangan pariwisata dan desa wisata di Sulawesi Selatan.

Kepala P3M Politeknik Pariwisata Makassar, Prof. Ilham Junaid, M.Hum, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan untuk memperkuat kesiapan dosen dalam melaksanakan PKM tahun 2026. Materi yang disusun berbasis kebutuhan lapangan dan kondisi aktual sektor pariwisata, khususnya pengembangan desa wisata.

“Melalui COCOS dan Workshop PKM ini, dosen diharapkan memiliki pemahaman yang sama, kesiapan konseptual, serta kepekaan terhadap kebutuhan daerah, sehingga program PKM yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, M.M.Par., CHE, menegaskan bahwa Pengabdian kepada Masyarakat merupakan pilar penting dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia menekankan bahwa dosen Poltekpar Makassar harus hadir dan berkontribusi langsung dalam pengembangan desa wisata sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti pada aspek administratif, tetapi harus memberi kontribusi nyata dan berdampak bagi pengembangan desa wisata dan masyarakat lokal,” tegasnya.

Beberapa Narasumber Utama:

  • Irwan Tamrin, S.E., M.Par., C.DMS (WISATASEKOLAH.COM): Materi Educational Tourism & peluang wisata edukasi di Sulawesi Selatan
  • Asri Kasim (Swiss Skills for Competitiveness): Modul Desa Wisata, penguatan kapasitas dan keberlanjutan desa wisata

Kegiatan ini melibatkan utusan Dinas Pariwisata kabupaten/kota dan provinsi di Sulawesi Selatan, antara lain dari Kabupaten Maros, Gowa, Jeneponto, Sinjai, Luwu Utara, Pinrang, Barru, Kepulauan Selayar, Kota Makassar, serta Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan. Kehadiran mereka menjadi elemen penting untuk menyelaraskan program PKM dosen dengan kebutuhan dan arah kebijakan pembangunan pariwisata daerah.

Melalui COCOS dan Workshop PKM 2026 ini, Politeknik Pariwisata Makassar menegaskan komitmennya untuk menjadikan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai instrumen strategis pengembangan pariwisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

📎 Dokumentasi Kegiatan

Dokumentasi lengkap COCOS dan Workshop PKM 2026 dapat diakses melalui tautan berikut:


⬇️ Download Dokumentasi

 


Bagikan
Scroll to Top